Korea Utara (Korut) tertarik belajar dari Indonesia dalam menarik investasi asing. Selama ini, negara komunis yang sejak lama dililit krisis ekonomi ini terkenal sangat tertutup bagi pemodal mancanegara.
"Selama ini Korut relatif tertutup. Jadi, mereka ingin mengetahui proses dan tahapan seandainya membuka investasi," ujar Menteri Luar Negeri (Menlu) Indonesia, Marty Natalegawa, usai bertemu Menlu Korut, Pak Ui Chun, di Bali, Rabu 24 Mei 2011.
Menurut Marty, hubungan Indonesia dan Korut selama ini sudah sangat erat dan bersahabat karena dilatarbelakangi sejarah yang cukup panjang. Dengan kondisi tersebut, pemerintah Korut berharap kedekatan kedua negara di bidang politik dapat dikembangkan lebih luas pada sektor perekonomian.
Menanggapi permintaan itu, Marty mengaku Indonesia masih harus mempelajari dan memahami terlebih dahulu perekonomian yang dijalankan oleh Korut. Lagipula, menurut catatan VIVAnews, Korut dalam beberapa tahun terakhir terjerat embargo ekonomi dan perdagangan dari negara-negara Barat, sehingga sulit untuk tumbuh dari investasi asing.
Selain membahas persoalan ekonomi, pertemuan kedua menteri yang berlangsung sekitar setengah jam itu juga membahas posisi kedua negara dalam Gerakan Non Blok (GNB). Marty menjelaskan, kedua pihak sepaham untuk memastikan Gerakan Non Blok dalam 50 tahun ke depan tetap bisa memberi kontribusi nyata pada masalah internasional. "Tantangan abad 21 tentu beda dengan 50 tahun lalu," kata Marty.
Kontribusi nyata itu salah satunya berkaitan dengan penciptaan perdamaian di Semenanjung Korea. "Kita juga membahas perkembangan di Semenanjung Korea sebagai perkembangan di kawasan Asia Timur. Sebagai Ketua ASEAN, Indonesia tetap ingin kawasan Asia Timur tetap damai dan stabil," sebutnya.
Sebagai Ketua ASEAN juga, lanjut Marty, Indonesia juga diundang untuk mengunjungi Korut guna memperoleh informasi utuh perihal kondisi di negara tersebut.
"Ini untuk persiapan ASEAN Regional Forum di Bali bulan Juli mendatang. Korut menyambut baik dan memberi informasi negaranya dan mengundang indonesia untuk berkunjung dalam waktu dekat sebelum ARF," ,
assiiikkk....ternyata indonesia juga nggak kalah dengan negara lain...
well,jangan sekali-kali meremehkan indonesia negara terbelakangan karena indonesia juga mampu..
Selasa, 24 Mei 2011
Senin, 23 Mei 2011
Diduga serpihan pesawat adam air ditemukan daerah sulawesi tenggara...
BAUBAU- Seorang nelayan menemukan benda diduga kuat bangkai pesawat Adam Air yang hilang di perairan Sulawesi pada 2007 silam.
La Ode Riadi, warga Desa Katambe, Kecamatan Siompu, Baubau, Sulawesi Tenggara, Sabtu (7/5/2011) mengatakan, dia menemukan benda berukuran 4 x 2 meter itu di perairan Kepulauan Siompu sekira 36 kilometer dari daratan.
Pesawat jenis Boeing 737 itu jatuh di wilayah barat Pulau Sulawesi pada 1 Januari 2007 dan menewaskan setidaknya 90 orang. Pesawat yang lepas landas dari Surabaya itu mengangkasa dalam cuaca buruk saat hilang di atas pegunungan 90 kilometer dari Kota Polewali Mandar, Sulawesi Barat.
Riadi sebenarnya telah menemukan benda ini sejak 12 April lalu, namun baru diketahui setelah warga lainnya menduga bahwa benda itu adalah serpihan pesawat.
Warga lain sempat melarang Riadi menjual karena benda tersebut bukan besi murni dan tidak laku jika dijual, pasalnya benda terbuat dari bahan platinum.
Selain itu juga ditemukan benda yang melekat di potongan platinum seperti alat elektronik dengan kabel-kabel penghubung.
Dia sempat mengira benda itu adalah ikan hiu. Namun karena penasaran dia mendekati benda itu. Saat itu dia mengaku sama sekali tidak terpikir benda itu pecahan dari pesawat Adam Air. Karena itu dia menjualnya ke penadah barang bekas. Benar saja, benda tersebut tidak laku dijual karena dari bahan platinum.
Ciri-ciri benda tersebut bercat orange serta melengkung. Diduga kuat ini adalah bagian penutup bawah ekor pesawat. Selain itu, ada bekas patahan dengan tanda seperti terbakar api.
Riadi mengungkapkan benda itu ditemukan saat dirinya sedang memancing. Di pertengahan laut tepat di Kepulauan Siompu dia melihat benda terapung di permukaan laut.
Untuk menarik benda tersebut ke darat, Riadi mengaku membutuhkan waktu sampai 12 jam, yakni sejak Kamis 12 April sekira pukul 09.00 Wita hingga pukul 22.00 Wita.
Sementara itu salah seorang tokoh masyarakat Kecamatan Siompu, La Ode Abdul Manan meyakini benda tersebut adalah serpihan pesawat Adam Air.
Pasalnya, benda tersebut memiliki ciri-ciri patahan yang terbakar dan berwarna orange mirip pesawat Adam Air.
La Ode Riadi, warga Desa Katambe, Kecamatan Siompu, Baubau, Sulawesi Tenggara, Sabtu (7/5/2011) mengatakan, dia menemukan benda berukuran 4 x 2 meter itu di perairan Kepulauan Siompu sekira 36 kilometer dari daratan.
Pesawat jenis Boeing 737 itu jatuh di wilayah barat Pulau Sulawesi pada 1 Januari 2007 dan menewaskan setidaknya 90 orang. Pesawat yang lepas landas dari Surabaya itu mengangkasa dalam cuaca buruk saat hilang di atas pegunungan 90 kilometer dari Kota Polewali Mandar, Sulawesi Barat.
Riadi sebenarnya telah menemukan benda ini sejak 12 April lalu, namun baru diketahui setelah warga lainnya menduga bahwa benda itu adalah serpihan pesawat.
Warga lain sempat melarang Riadi menjual karena benda tersebut bukan besi murni dan tidak laku jika dijual, pasalnya benda terbuat dari bahan platinum.
Selain itu juga ditemukan benda yang melekat di potongan platinum seperti alat elektronik dengan kabel-kabel penghubung.
Dia sempat mengira benda itu adalah ikan hiu. Namun karena penasaran dia mendekati benda itu. Saat itu dia mengaku sama sekali tidak terpikir benda itu pecahan dari pesawat Adam Air. Karena itu dia menjualnya ke penadah barang bekas. Benar saja, benda tersebut tidak laku dijual karena dari bahan platinum.
Ciri-ciri benda tersebut bercat orange serta melengkung. Diduga kuat ini adalah bagian penutup bawah ekor pesawat. Selain itu, ada bekas patahan dengan tanda seperti terbakar api.
Riadi mengungkapkan benda itu ditemukan saat dirinya sedang memancing. Di pertengahan laut tepat di Kepulauan Siompu dia melihat benda terapung di permukaan laut.
Untuk menarik benda tersebut ke darat, Riadi mengaku membutuhkan waktu sampai 12 jam, yakni sejak Kamis 12 April sekira pukul 09.00 Wita hingga pukul 22.00 Wita.
Sementara itu salah seorang tokoh masyarakat Kecamatan Siompu, La Ode Abdul Manan meyakini benda tersebut adalah serpihan pesawat Adam Air.
Pasalnya, benda tersebut memiliki ciri-ciri patahan yang terbakar dan berwarna orange mirip pesawat Adam Air.
sepeda pixie.....iiihhh gregetan guee...:)
Sepeda Pixie
sepeda pixie adalah sebuah sepeda tanpa freewheel "fixed-gear sepeda" Secara tradisional, beberapa balap jalan, klub pengendara sepeda menggunakan sepeda roda tetap untuk pelatihan selama bulan-bulan musim dingin, umumnya menggunakan gear ratio yang relatif rendah, dipercaya untuk membantu mengembangkan gaya mengayuh yang baik. Di inggris sampai tahun 1950-an hal itu biasa bagi pengendara untuk menggunakan roda tetap untuk percobaan waktu..Roda tetap juga sering digunakan, dan terus digunakan di akhir musim balapan mendaki bukit di musim gugur. Pada tahun 1960, multi-gear derailleurs telah menjadi norma dan menunggang roda tetap di jalan menurun selama beberapa dekade mendatang.
Di perkotaan Amerika Utara sepeda gigi tetap telah mencapai popularitas yang luar biasa, dengan munculnya preferensi estetika yang jelas regional untuk selesai dan kenaikan desain details.The popularitas sepeda fixed-gear pada pertengahan tahun 2000-an, lengkap dengan adaptasi seperti kartu berbicara, adalahdihubungkan dengan rasul sepeda.

Beberapa pengendara fixed-gear berpikir rem tidak benar-benar diperlukan, dan brakeless naik tetap memiliki status yang hampir kultus di beberapa tempat, berdasarkan persepsi oleh beberapa pengendara dari pengalaman mengendarai dalam keadaan konsentrasi penuh atau 'aliran' di mana rem berpikir tidak akan memberhentikan pengendara needed.Other naik di jalan tanpa rem sebagai kepura-puraan yang tidak perlu, berdasarkan gambar, bukan practicality.Furthermore, naik brakeless dapat membahayakan kemungkinan klaim asuransi yang berhasil dalam hal terjadi kecelakaan dan, dalam beberapa yurisdiksi , adalah melanggar hukum ....
Tekniknya: Hal ini dimungkinkan untuk memperlambat atau menghentikan sepeda fixed-gear dengan melawan engkol berputar, dan pengendara juga bisa mengunci roda belakang dan skid untuk memperlambat atau benar-benar berhenti pada sebuah sepeda fixed-gear, manuver kadang-kadang dikenal sebagai selip berhenti. Hal ini diprakarsai oleh unweighting roda belakang sementara di gerak dengan menggeser berat badan pengendara sedikit ke depan dan menarik di pedal dengan menggunakan clipless pedal klip dan kaki atau tali. pengendara kemudian berhenti memutar engkol, sehingga menghentikan drivetrain dan roda belakang, sambil menerapkan berat badan nya bertentangan dengan rotasi normal engkol. Tindakan ini menyebabkan roda belakang selip, yang bertindak untuk memperlambat sepeda. selip ini dapat diselenggarakan sampai berhenti atau sampai pengendara sepeda keinginan untuk melanjutkan mengayuh lagi pada kecepatan yang lebih lambat. Teknik ini membutuhkan sedikit latihan dan menggunakannya saat menikung umumnya dianggap dangerous.As dengan teknik menahan engkol, dengan perlambatan maksimum dari metode ini memperlambat juga secara signifikan lebih rendah daripada menggunakan rem depan.Permukaan basah semakin mengurangi efektivitas metode ini, hampir sampai ke titik tidak mengurangi kecepatan sama sekali.

Pada setiap sepeda dengan roda belakang hanya pengereman, perlambatan maksimum secara signifikan lebih rendah dari pada sepeda yang dilengkapi dengan rem depan. Sebagai rem kendaraan, berat ditransfer ke roda depan dan jauh dari roda belakang, penurunan jumlah pegangan roda belakang telah.Pergeseran berat pengendara belakang akan meningkatkan efisiensi pengereman roda belakang, tapi biasanya roda depan mungkin memberikan 70% atau lebih dari daya pengereman saat pengereman keras.
Ada banyak bentuk kompetisi menggunakan sepeda gigi tetap,sebagian besar kompetisi yang ras lagu. Messenger Bike danpengendara lain mungkin tetap naik sepeda gigi di AlleycatRaces, Termasuk alleycat terkenal New York City ras Monstertrackfixed-gear-saja. Ada juga kejadian berdasarkan messenger balapseperti Mixpression yang telah diadakan 9 kali di Tokyo. Trickdemonstrasi telah diselenggarakan sejak 1800-an di AS danEurope.while mereka terus menjadi bentuk yang kompetitif diEropa (Artistik Bersepeda), setelah popularitas luas terbaru dankemajuan sepeda gigi tetap, kompetisi trik juga sekarangmendirikan sendiri di tempat di kompetisi AS dan Asia.Europeanmencakup solo dan gerakan tim balletic pada permukaan,dikontrol datar; AS dan Asia kompetisi sering termasuk "taman"dan "dataran" gaya dan tempat, sebuah BMX la. Kompetisilainnya termasuk permainan "kaki down" dan polo sepeda.
Pada tahun 2006, Adventures untuk Cure membuat filmdokumenter tentang naik di seluruh Amerika Serikat pada roda gigi tetap, mereka mengulangi prestasi ini sebagai tim 4-orang di2008 Race Across Amerika.
yaaa.... cukup sampai disini, kalo mau gambar-gambarnya silahkan ambil di google buanyak sekian dan terima kasih friend's...
agne..: tak ada pintu doraemon tuk mencapai kesuksesan...
Menyebut nama Agnes Monica, yang timbul dalam benak kita adalah cantik, berbakat, dan penuh prestasi. Agnes pernah syuting dua serial drama Asia, THE HOSPITAL dan ROMANCE IN THE WHITE HOUSE di Taiwan. Agnes meraih penghargaan dua tahun berturut-turut di ajang Asia Song Festival di Seoul, Korea Selatan. Agnes juga menjadi pemandu acara pada karpet merah pegelaran American Music Awards 2010 di Los Angeles, Amerika Serikat. Terakhir 7 nominasi dimenangkannya dalam Festival JPop Asia Awards.
Sederet prestasi yang diraihnya merupakan buah dari kerja kerasnya. Bagi Agnes, semua yang dilakoninya adalah proses mengeja huruf. Belajar menulis mimpinya jadi kenyataan, 'G-O I-N-T-E-R-N-A-T-I-O-N-A-L!' Tak ada kata instant dalam kamus pribadinya. Seluruh proses dilakoninya dengan sabar. Kelelahan tentu dirasakannya sebagai manusia biasa, dan Tuhan sebagai tempat bersandarnya membuat Agnes tetap melaju.
Berbincang sore dengan Agnes di Gelora Bung Karno, Sabtu (30/04/2011), menambah rasa kagum KapanLagi.com® pada gadis 24 tahun yang baru saja selesai rekaman dengan Michael Bolton di Amerika itu. Simak percakapan kami tentang karirnya berikut ini.

Agnes Monica nah teman-teman....agnes sendiri bilang kalau sukses itu ga ada alat bantu nya jadi dari kita sendiri yang bakal tunjukin sama orang-orang yang kamu sayang kalau menjadi orang sukses itu harus dari ambisi yaa dijelasin kalau melakukan sesuatu ga setengah-setengah dan harus matang. oke friend's!!
Sederet prestasi yang diraihnya merupakan buah dari kerja kerasnya. Bagi Agnes, semua yang dilakoninya adalah proses mengeja huruf. Belajar menulis mimpinya jadi kenyataan, 'G-O I-N-T-E-R-N-A-T-I-O-N-A-L!' Tak ada kata instant dalam kamus pribadinya. Seluruh proses dilakoninya dengan sabar. Kelelahan tentu dirasakannya sebagai manusia biasa, dan Tuhan sebagai tempat bersandarnya membuat Agnes tetap melaju.
Berbincang sore dengan Agnes di Gelora Bung Karno, Sabtu (30/04/2011), menambah rasa kagum KapanLagi.com® pada gadis 24 tahun yang baru saja selesai rekaman dengan Michael Bolton di Amerika itu. Simak percakapan kami tentang karirnya berikut ini.

Agnes Monica
Potato Head....makanan terbaru....
Potato Head
Laksmi Pamuntjak
(doc. NCC)
Semanggi Central Business District
Jl. Jend. Sudirman Kav. 52-53
Jakarta Selatan
Tel. 5797 3322
Saking begitu hebohnya, Anda nyaris lupa bahwa di balik tempat gaul terbaru di kota ini mungkin ada cerita yang lebih seru. Satu versi: “Potato Head” adalah nama julukan sang pemilik, pemberian sang papa tersayang, setelah bertahun-tahun bermalas-malasan. Restoran ini juga pemberian papa, untuk memastikan masa bermalas-malasan ini berakhir (ini berita baik buat kita).
Setidaknya itulah cerita yang beredar, yang artinya setiap keganjilan yang Anda lihat dalam ruangan adalah hasil bermalas-malasan produktif si Kepala Kentang—mulai dari kereta plastik warna susu di meja Anda, sampai mosaik kerai jendela bandel yang menyelubungi dinding dan sekujur langit-langit. Toh tempat ini memiliki atmosfer terbuka yang manis; di luar, ruang duduk al fresco¬-nya ditata dengan kursi-kursi lounge lebar, sementara bagian dalamnya memperlihatkan ruang makan panjang yang entah kenapa tetap terasa nyaman meski dengan desain yang sedikit kelewatan itu. Bahkan rincian yang kedengarannya sangat ganjil—sebaris meja gaya kafe Paris di sepanjang mural riang yang menggambarkan seorang anak lelaki dengan perlengkapan menyelam terjun ke dalam dunia Spongebob, atau tangga yang yang tiba-tiba muncul seakan dari ketakberadaan—terasa tetap masuk akal.
Makanannya berlanggam Australasia; setidaknya ini tafsir saya. Menyusuri menu restoran ini nyaris seperti membaca menu cafĂ© di Melbourne medio tahun ‘90-an, dengan suguhan panino sayur dan kemangi manis, Caesar Salad dalam berbagai gaya, bersama tomat panggang dan sup paprika manis dan berbagai hidangan penutup nan nikmat. Porsinya cukup, dan penyajiannya berseni tanpa berlebihan.
Akan selalu ada sesuatu dari Mediterania (trio flatbread); dari Asia (chicken tikka wrap yang agak gepeng); sesuatu yang rumahan (separuh ayam organik ramping yang dengan sopan diguyur sarinya sendiri, dengan kentang lumat lembut dan selada yang riang); dan perkawinan sesuatu yang lama dengan sesuatu yang baru (kakap panggang di atas asparagus berlabur minyak cabai), serta sesuatu dari Italia (penne dengan lobster bayi dalam saus merah dadu; spaghetti aglio olio e tonno dengan capers hijau, cabai, bawang putih, dan tomat ceri manis). Kentang gorengnya istimewa, demikian pula hidangan penutupnya.
Belum apa-apa, hidangan penutup di sini sudah jadi saingan berat Koi—tart karamel rum pisang hangat, apple berry crumble, dan sticky date pudding (puding kurma lengket) dengan toffee halus-mentega dan es krim vanila adalah beberapa hidangan penutup terbaik yang pernah saya rasakan di kota ini untuk beberapa saat. Pastikan Anda memesan tempat untuk makan siang; tempat ini sangat populer. Mereka juga buka pukul 7 pagi untuk sarapan.
yeyeyeye...
ternyata tanpa kita sadarim banyak makanan khasyang bisa kita olah sebagai makanan tradisi...
kita lihat ibukota kita dki jakarta telah menciptakan menu terbaru dan diolah menjadi rasa yang berbeda...
sok atuh baca blog saya....
YUMMY!!!!1
cara bicara yang baik untuk telinga...:)
Gaya bicara yang tidak tepat bisa membuat orang lain salah tanggap atau tidak mendengar dengan baik. Untuk itu ketahui cara bicara yang benar agar bisa ditangkap dengan baik oleh telinga.
Suara yang dihasilkan oleh setiap orang ketika berbicara memang berbeda-beda, ada orang yang berbicara dengan suara kecil atau pelan, ada yang gaya bicaranya seperti teriak-teriak, ada yang cepat dan ada pula yang lambat.
Berdasarkan studi yang dilaporkan dalam pertemuan American Association for Public Opinion Research, tim peneliti dari University of Michigan menemukan bahwa ada karakteristik bicara tertentu yang ideal sehingga didengar dengan baik oleh telinga dan orang lain.
Peneliti menganalisis kecepatan, kelancaran dan nada suara dari seorang telemarketer dan menghubungkannya dengan informasi serta keberhasilan orang tersebut dalam meyakinkan orang lain. Studi ini melibatkan 1.300 orang partisipan.
Studi menemukan gaya bicara yang ideal adalah tidak terlalu cepat tapi juga tidak terlalu lambat, tidak perlu terlalu bersemangat dan diselingi dengan beberapa jeda. Kecepatan yang dianggap ideal sekitar 3,5 kata per detik.
Kondisi ini selain bisa membuat orang lain mendengar dengan baik juga membantu telinga menginformasikan secara benar apa yang didengarnya. Karenanya bicara terlalu cepat atau lambat akan menjadi tidak efektif.
"Variasi nada bicara juga bisa membantu, asalkan tidak terlalu berlebihan atau banyak sehingga membuat orang lain malas mendengarkannya," ujar Jose Benki, seorang peneliti khusus psikolinguistik dari Michigan's Institute for Social Research, seperti dikutip dari Healthland.TIME, Senin (23/5/2011).
Dalam keadaan normal, biasanya seseorang akan memiliki jeda sekitar 4-5 kali per menit dengan mengeluarkan suara kecil yang diyakini bisa dipercaya oleh pendengarnya. Dan sebaiknya tidak melebihi 50 desibel agar tidak merusak pendengaran.
Suara yang terlalu keras bisa membahayakan kondisi telinga, terutama sel-sel rambut yang terdapat di dalam koklea (rumah siput). Sel rambut ini berfungsi untuk menangkap frekuensi dari suara dan meneruskannya ke pusat pendengaran di otak. Jika suara yang didengar terlalu keras bisa mengganggu kerja sel-sel rambut yang lama kelamaan akan menurunkan fungsi pendengaran orang tersebut.
Suara yang dihasilkan oleh setiap orang ketika berbicara memang berbeda-beda, ada orang yang berbicara dengan suara kecil atau pelan, ada yang gaya bicaranya seperti teriak-teriak, ada yang cepat dan ada pula yang lambat.
Berdasarkan studi yang dilaporkan dalam pertemuan American Association for Public Opinion Research, tim peneliti dari University of Michigan menemukan bahwa ada karakteristik bicara tertentu yang ideal sehingga didengar dengan baik oleh telinga dan orang lain.
Peneliti menganalisis kecepatan, kelancaran dan nada suara dari seorang telemarketer dan menghubungkannya dengan informasi serta keberhasilan orang tersebut dalam meyakinkan orang lain. Studi ini melibatkan 1.300 orang partisipan.
Studi menemukan gaya bicara yang ideal adalah tidak terlalu cepat tapi juga tidak terlalu lambat, tidak perlu terlalu bersemangat dan diselingi dengan beberapa jeda. Kecepatan yang dianggap ideal sekitar 3,5 kata per detik.
Kondisi ini selain bisa membuat orang lain mendengar dengan baik juga membantu telinga menginformasikan secara benar apa yang didengarnya. Karenanya bicara terlalu cepat atau lambat akan menjadi tidak efektif.
"Variasi nada bicara juga bisa membantu, asalkan tidak terlalu berlebihan atau banyak sehingga membuat orang lain malas mendengarkannya," ujar Jose Benki, seorang peneliti khusus psikolinguistik dari Michigan's Institute for Social Research, seperti dikutip dari Healthland.TIME, Senin (23/5/2011).
Dalam keadaan normal, biasanya seseorang akan memiliki jeda sekitar 4-5 kali per menit dengan mengeluarkan suara kecil yang diyakini bisa dipercaya oleh pendengarnya. Dan sebaiknya tidak melebihi 50 desibel agar tidak merusak pendengaran.
Suara yang terlalu keras bisa membahayakan kondisi telinga, terutama sel-sel rambut yang terdapat di dalam koklea (rumah siput). Sel rambut ini berfungsi untuk menangkap frekuensi dari suara dan meneruskannya ke pusat pendengaran di otak. Jika suara yang didengar terlalu keras bisa mengganggu kerja sel-sel rambut yang lama kelamaan akan menurunkan fungsi pendengaran orang tersebut.
Senin, 09 Mei 2011
jaket dari bahan kertas anti air.....
Bagi anda yang ingin mengoleksi barang-barang unik, bisa datang ke pameran Sepatu, Kulit, dan Fashion di JCC, Senayan, Jakarta. Di pameran yang berlangsung 28 April-1 Mei 2011 menampilkan produk jaket cantik berbahan kertas anti air.
Jaket yang terbuat dari bahan kertas tyvek itu dibuat oleh sekumpulan oleh mahasiswa Institut Teknologi Bandung (ITB), produk jaket itu diberi nama Svectra.
"Ini buat tugas kuliah, satu kelompok sekelas," kata CEO equafole Boy Rekato di pameran Sepatu, Kulit, dan Fashion di JCC Kamis (28/4/2011).
Mahasiswa yang berjumlah 33 orang ini mengaku mengikuti pameran untuk menyelesaikan tugas kuliah. Para mahasiswa ini belum memikirkan produk buatannya menjadi komoditas ekspor. Alasan mereka membuat jaket berbahan kertas tyvek untuk mendukung program go green atau ramah lingkungan.
Untuk pembuatan satu jaket svectra ini, butuh modal sekitar Rp 200.000. Sayangnya bahan ramah lingkungan ini harus diimpor jauh wilayah Du Pont Perancis. Bahan seharga Rp 200.000 itu, belum termasuk ongkos jahit dan cetak warna sekitar Rp 50.000-60.000.
"Bahannya impor semua, tapi ngerjainnya di Bandung," katanya.
Jaket ini mereka jual dengan harga Rp 350.000. Khusus untuk pameran ini harga jaket Svectra hanya dibandrol Rp 300.000
Menurut Boy, tidak ada target dari pameran ini, ia dan teman-temannya hanya menjual sebisanya. Keuntungan yang didapat dari penjualan ini akan disumbangkan ke desa-desa yang membutuhkan pendidikan, seperti desa-desa di sekitar Ciwidey Bandung Selatan. Selain dipasarkan di pameran ini, mereka juga menjualnya di Equafole Bandung.
"Ini kan kita ambil dari masyarakat, jadi nantinya akan kita kembalikan ke masyarakat juga," tuturnya.
Kisah pembuatan jaket Svectra dimulai sejak pengumpulan data semenjak Agustus 2010 sampai dengan Desember 2010 karena tugas kuliah. Para mahasiswa ini mulai memproduksi jaket unik ini Januari 2010, permintaan pun mulai silih berganti untuk memesan dari mulut ke mulut.
Dikatakan Boy, untuk memesan kertas diperlukan waktu 2 minggu. Kertas tyvek impor dari Du Pont harus dalam borongan, minimal memesen 1 km untuk mendapatkan harga yang lebih murah
"Pesan yang banyaklah biar murah, sekali pesan 1 km kertasnya," tuturnya.
Mereka juga menjual barang-barang karya mereka seperti jaket kertas, tas dan sepeda lewat online, mulut ke mulut, teman-teman dekat. Sampai saat ini sudah terjual dari sabang sampai Manado dan orang-orang yang berkunjung ke toko di Bandung.
Boy menambahkan tak menutup kemungkinan untuk melanjutkan usaha ini. Sejauh ini, sudah ada sekitar 3-5 mahasiswa yang berkomitmen untuk melanjutkan usaha tersebut.
"Ada sih yang mau ngelanjutin, tapi tidak banyak, ya bebas-bebas aja. Ini kan barang sama-sama," ujarnya.
Boy membuka kesempatan bagi investor yang ingin masuk untuk meneruskan usaha mereka. Termasuk tidak keberatan menggunakan brand dari investor yang berminat.
hayoo temann kita berkreasii....caayyooo!!!
Jaket yang terbuat dari bahan kertas tyvek itu dibuat oleh sekumpulan oleh mahasiswa Institut Teknologi Bandung (ITB), produk jaket itu diberi nama Svectra.
"Ini buat tugas kuliah, satu kelompok sekelas," kata CEO equafole Boy Rekato di pameran Sepatu, Kulit, dan Fashion di JCC Kamis (28/4/2011).
Mahasiswa yang berjumlah 33 orang ini mengaku mengikuti pameran untuk menyelesaikan tugas kuliah. Para mahasiswa ini belum memikirkan produk buatannya menjadi komoditas ekspor. Alasan mereka membuat jaket berbahan kertas tyvek untuk mendukung program go green atau ramah lingkungan.
Untuk pembuatan satu jaket svectra ini, butuh modal sekitar Rp 200.000. Sayangnya bahan ramah lingkungan ini harus diimpor jauh wilayah Du Pont Perancis. Bahan seharga Rp 200.000 itu, belum termasuk ongkos jahit dan cetak warna sekitar Rp 50.000-60.000.
"Bahannya impor semua, tapi ngerjainnya di Bandung," katanya.
Jaket ini mereka jual dengan harga Rp 350.000. Khusus untuk pameran ini harga jaket Svectra hanya dibandrol Rp 300.000
Menurut Boy, tidak ada target dari pameran ini, ia dan teman-temannya hanya menjual sebisanya. Keuntungan yang didapat dari penjualan ini akan disumbangkan ke desa-desa yang membutuhkan pendidikan, seperti desa-desa di sekitar Ciwidey Bandung Selatan. Selain dipasarkan di pameran ini, mereka juga menjualnya di Equafole Bandung.
"Ini kan kita ambil dari masyarakat, jadi nantinya akan kita kembalikan ke masyarakat juga," tuturnya.
Kisah pembuatan jaket Svectra dimulai sejak pengumpulan data semenjak Agustus 2010 sampai dengan Desember 2010 karena tugas kuliah. Para mahasiswa ini mulai memproduksi jaket unik ini Januari 2010, permintaan pun mulai silih berganti untuk memesan dari mulut ke mulut.
Dikatakan Boy, untuk memesan kertas diperlukan waktu 2 minggu. Kertas tyvek impor dari Du Pont harus dalam borongan, minimal memesen 1 km untuk mendapatkan harga yang lebih murah
"Pesan yang banyaklah biar murah, sekali pesan 1 km kertasnya," tuturnya.
Mereka juga menjual barang-barang karya mereka seperti jaket kertas, tas dan sepeda lewat online, mulut ke mulut, teman-teman dekat. Sampai saat ini sudah terjual dari sabang sampai Manado dan orang-orang yang berkunjung ke toko di Bandung.
Boy menambahkan tak menutup kemungkinan untuk melanjutkan usaha ini. Sejauh ini, sudah ada sekitar 3-5 mahasiswa yang berkomitmen untuk melanjutkan usaha tersebut.
"Ada sih yang mau ngelanjutin, tapi tidak banyak, ya bebas-bebas aja. Ini kan barang sama-sama," ujarnya.
Boy membuka kesempatan bagi investor yang ingin masuk untuk meneruskan usaha mereka. Termasuk tidak keberatan menggunakan brand dari investor yang berminat.
hayoo temann kita berkreasii....caayyooo!!!
Langganan:
Postingan (Atom)
